Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Jumat, 09 April 2010

Tuhan itu ada gak sih ? (2)

Assalamu 'alaikum

 

Suatu hari pada sebuah kelas kuliah dimana dosen nya merupakan seorang Atheis, sedang menyinggung masalah benda nyata dan maya. Hingga sang dosen menyinggung masalah tuhan. Beliau bertanya kepada para mahasiswanya.

 

Dosen : Apa anda semua melihat saya sedang melihat apa ? (sembari memegang kamus kedokteran setebal 10 cm)

 

Mahasiswa : Kamus kedokteran Pak. (serempak)

 

Dosen : Bagaimana kalian bisa tau?

 

Mahasiswa : Kami melihatnya pak, sebagai benda nyata

 

Dosen : Bagus, lalu bagaimana dengan ini? (menengadahkan tangannya tanpa memegang apapun)

 

Mahasiswa : Tidak ada Pak.

 

Dosen : Mengapa kalian bisa tau ?

 

Mahasiswa : Kami tak melihat apa pun di tangan Bapak.

 

Dosen : Berarti tidak ada yang saya pegang karena tak terlihat kan ?

 

Mahasiswa : (mengangguk)

 

Dosen : Lalu bagaimana dengan Tuhan yang selama ini manusia sembah?

 

Mahasiswa : (saling berpandangan bingung)

 

Dosen : Bisa kah kalian melihat Tuhan ?

 

Mahasiswa : Ti-tidak Pak. (ragu-ragu)

 

Dosen : Berarti Tuhan itu tidak ada, benar bukan ?

 

Suasana pun hening sejenak. Sang Dosen tampak tersenyum puas melihat raut wajah para Mahasiswanya yang bingung

Hingga salah satu Mahasiswa mengacungkan tangan seraya bertanya

 

Mahasiswa : Pak, apakah Bapak bisa melihat otak Bapak?

 

Dosen : Bah, tentu saja tidak.

 

Mahasiswa : Berarti Otak bapak tidak ada, alias tidak punya otak. (seraya berdiri dan keluar meninggalkan kelas)

 

Subhanallah, lalu pelajaran apa yang bisa di ambil ? Allah SWT adalah zat yang maha kuasa yang kebenaran dan keberadaannya memerlukan iman yang kuat. Hal-hal yang bersifat ketuhanan merupakan hal gaib yang tidak dapat di tangkap oleh panca Indera, namun hanya bisa ditangkap oleh hati dan keimanan. Panca Indera manusia hanyalah sebagian kecil ciptaan Allah yang sangat terbatas kemampuannya. Akan sulit jika kita memaksakan Panca Indera untuk menyaksikan hal-hal gaib milik Allah SWT, karena kemampuannya sangat terbatas. Jadi, untuk meyakini dan mengimani tidak hanya sekedar menggunakan panca Indra, tetapi dibutuhkan hati dan jiwa yang bersih. Karena sehebat-hebatnya Panca Indera, mereka masih dapat melakukan tipu muslihat. Namun keyakinan dan hati kecil tidak akan berpaling dari kebenaran.

 

Semoga Keimanan kita makin bertambah.

  

Wassalamu 'alaikum